Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Kita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2018

Ketika semua permukaan tanah ditutup beton



Perumahan Kotabumi, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Perumahan dimana ku tinggal kini telah banyak bersolek dalam 15 tahun ini. Tentu tidak hanya tempat kutinggal ini, didaerah kalian pun pasti banyak yang telah berubah dalam kurun waktu 15 tahun ini. Banyak yang berubah, mulai dari selokan yang masih sering kutemui ikan cere dan ikan guppy, atau kadang belut, ikan lele, betok, dan lain-lain. kini mulai asing nama itu kudengar.
Selokan yang kian hari kian dangkal serta saluran yang tersumbat disana sini akibat sampah yang dibuang sembarangan dan secara serampangan. Jelas selokan itu tidak lagi mampu menjadi satu-satunya jalan yang hanya dilalui air ketika hujan, akhirnya jalan utama menjadi alternatif air hujan yang tak tertampung.
Jadi, dikala hujan dengan debit tinggi datang, pasti jalan tergenang. Sebagian rumah kini mulai berdandan, membangun rumahnya sedikit lebih tinggi dari aslinya. Sebagian yang lain hanya mengandalkan tanggul buatan, yang dibuat sedikit lebih tinggi dari tinggi air didepan pintu/pagar.

Bagaimana 10 tahun kedepan?
Wah, tak terbayang. Jika tata lingkungan kita tidak segera dibenahi, maka yang ada hanyalah solusi meninggikan rumah masing-masing berulang kali.

Sekali lagi, tentunya kasus ini tidak hanya terjadi ditempat kini ku tinggal. Tapi juga didaerah-daerah urban lainnya dimana rawa atau sawah diubah menjadi kumpulan rumah.

Lengah.

Jelas dalam kasus ini kita lengah. Dan tentunya diperlukan kerja sama yang baik dari seluruh pihak. Mulai dari aparat berwenang, hingga si pemilik rumah. Coba kita bahas beberapa hal yang mungkin bisa menjadi solusi dari semua ini.

1. Sisakan daerah resapan air


Betonisasi demi jalan yang halus, bagus bin mulus tentu menjadi favorit setiap pengguna jalan. Akan tetapi ketika betonisasi itu dilakukan hingga ke bibir selokan, melalui mana lagi air akan meresap kedalam tanah?

Sekiranya bagi Pemerintah terkait, ataupun bagian proyeknya bisa sensitif mengenai hal ini. Berikanlah akses air untuk meresap masuk kedalam tanah walaupun hanya sejengkal atau dua jengkal memanjang.

dengan begitu, ketika hujan lebat datang, selain melalui selokan, sebagian air juga akan pergi melalui tanah yang tersisa.

2. Membuat Biopori


Selangkah lebih maju daripada poin 1. Dengan membuat biopori, tingkat resapan air akan meningkat berkali-kali lipat. Apalagi jika jenis tanah ditempat anda agak kering dan keras. Buatlah beberapa biopori yang cukup memadai. Sehingga air yang masuk kedalam tanah akan lebih banyak daripada tanah langsung.

3. Merawat selokan dan terowongan


Sudah merupakan hal yang umum bahwa selokan yang sering dijadikan akses keluar masuk dijadikan jembatan. ada yang panjang jembatannya hanya seperlunya, ada punya yang full jembatan semua.

Hal ini bagus untuk keindahan, rumah jadi tampak lebih lebar, rapih dan juga bersih. Akan tetapi dampak pembuatan jembatan full adalah sulitnya perawatan jalur airnya itu sendiri. lambat laun tapi pasti, setiap selokan akan dipenuhi dengan lumpur-lumpur yang membuat jalur air lebih kecil daripada sebelumnya. Sehingga debit air yang bisa melewati selokan tadi akan berkurang dan berkurang. Begitu juga dengan selokan tanpa jembatan.

Maka diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang rutin untuk tetap memastikan bahwa selokan tadi aman dari lumpur dan tidak tersumbat.
Ini menjadi tugas kita bersama.

4. Menanam Tanaman hijau


Selain 3 hal tadi, menanam tanaman-tanaman juga sangat bagus untuk lingkungan kita. Tanaman yang kita tanam juga akan membuat tanah kita tetap dalam kondisi bagus.

Apa lagi ya solusinya??
Bagi kalian yang punya solusi lain, bisa ikut berkomentar dibawah. ^_^

Minggu, 13 Februari 2011

Pembangkit Listrik Tenaga Hewan

setelah melihat postingan saya yang sebelumnya tentang 5 hewan yang dapat menghasilkan energi listrik, sepertinya bukan hal yang mustahil untuk membangkitkan energi listrik dengan hewan-hewan sebagai sumbernya.
Dan hal tersebut telah dibuktikan oleh orang-orang berkewarganegaraan jepang. Mereka membuat pohon natal penuh lampu dengan seekor belut sebagai sumber energi listrik lampunya.(klo pengen tau artikel'a, bisa googling)
Prinsipnya sederhana, dengan sebuah akuarium yang memiliki elektroda(anoda dan katoda) pada kedua sisinya, sengatan listrik belut tersebut dapat ditampung kedalam aki ataupun dapat langsung digunakan.
Nah, setelah mengetahui hal tersebut, tidak menutup kemungkinan hewan-hewan lain(5 hewan tersebut) juga dapat melakukan hal yang sama dengan prinsip yang sama.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, mungkinkah hewan-hewan tersebut digunakan secara massal untuk memenuhi kebutuhan energi listrik kita(manusia)?
Pasti BISA!!

5 Hewan yang dapat menghasilkan Listrik

Alam adalah tempat yang keras untuk melangsungkan hidup . hewan bahkan tidak berbicara seperti yang mereka lakukan dalam film dokumenter seperti Madagaskar dan The Ant Bully . Namun, alam masih memiliki potensi untuk hiburan tanpa batas seperti film-film tersebut tapi sayangnya hiburan ini biasanya datang dalam bentuk sesuatu yang menjijikkan atau mematikan . 

Karena kebanyakan komposisi dari bumi ini adalah air , maka masuk akal bahwa beberapa mekanisme pertahanan yang paling spektakuler (dan juga serangan) dalam kerajaan hewan adalah berada di laut . Beberapa binatang menakutkan bahkan dapat memanfaatkan kekuatan listrik dan menggunakannya sebagai senjata!!

  • LELE LISTRIK


Ikan ini memiliki nafsu makan yang tak pernah terpuaskan, yang mencakup cacing, ikan lainnya, dan udang . Ikan ini begitu percaya diri dalam kemampuan mereka untuk menyentrum mangsanya dan mengusir pemangsa, mereka bahkan tidak merasa perlu memiliki sirip punggung . yang menakjubkan dari ikan ini adalah ia dapat melepaskan tegangan listrik hingga 350 volt, jika anda bertemu dengan ikan jenis ini,maka sebaiknya berhati-hati jika tidak ingin pingsan karena disentrumnnya. Ikan ini dapat ditemukan di Afrika tropis dan sungai nil.


  • HIU MARTIL


Mereka adalah

Rabu, 26 Agustus 2009

Mencairnya Laut Es Kutub Utara Meningkatkan Ancaman ‘Bom Waktu Metana’

Info baru nih, dari Supreme Master Tv
Sumber: Yale Environment 360

Para Ilmuwan telah lama percaya bahwa pencairan lapisan permafrost di permukaan Kutub Utara dapat melepaskan metana dalam jumlah yang begitu besar, sebuah gas rumah kaca yang sangat potensial. Sekarang mereka semakin panik dengan metana yang mulai terlepas ke udara dari dasar laut Kutub Utara yang sedang mencair dengan cepat.
Oleh susan q. stranahan 30 Okt 2008:
Melaporkan selama 15 tahun terakhir, para ilmuwan dari Rusia dan negara lainnya telah meneliti sampai ke daerah yang berbatasan dengan es dan mempelajari Laut Es Kutub Utara di daerah Siberia serta mengamati suhu dan zat kimia yang ada di laut, termasuk konsentrasi metana, gas rumah kaca yang potensial. Kapal mereka berlayar di atas lempeng benua yang berbentuk es di Lautan Kutub Utara yang sedang mencair dengan cepat dan sebagai bagian dari Siberia utara yang sedang mengalami perubahan — bersama dengan daerah Kutub Utara di Amerika Utara dan Peninsula Kutub Selatan barat yang memanas paling cepat dibandingkan tempat lain di Bumi.

Sampai tahun 2003, konsentrasi metana di lautan arktik dan atmosfer di Siberia utara tetap dalam keadaan stabil. Tetapi kemudian konsentrasi metana tersebut mulai meningkat. Musim panas ini, para ilmuwan telah ikut berpartisipasi dalam Studi Lempeng Siberia Internasional selama 6 minggu dan menemukan sejumlah area yang mencakup ribuan kilometer persegi yang mengandung metana dalam jumlah besar —sebuah gas dengan kemampuan mengikat panas 20 kali lipat lebih kuat daripada karbon dioksida - bunga mawar dari dasar laut yang pada mulanya dalam keadaan beku.
“Bongkahan metana ini kadang mengandung konsentrasi 100 kali lipat lebih tinggi daripada yang biasa ditemukan dalam gelembung-gelembung gas yang berbentuk seperti awan yang sedang bergerak naik melewati air,” kata Orjan Gustafsson dari Universitas Stockholm Jurusan Ilmu Pengetahuan Lingkungan Terapan dan ketua dari ekspedisi dalam sebuah wawancara. Tidak ada keraguan, katanya, metana yang berasal dari lapisan permafrost menunjukkan bahwa dasar laut sedang mencair dan melepaskan gas rumah kaca yang potensial ini.
Gustafsson berkata bahwa ia tidak membuat sebuah pernyataan bahwa terlepasnya metana ini “karena dipicu oleh pemanasan global.”

Rute dari Jacob Smirnitskyi, sebuah kapal

Sabtu, 01 Agustus 2009

Tanam Teruss..terus tanam..


Gila... Ilegal logging dimana-mana. Hutan-hutan di Indonesia dicukur abis. Pohon-pohon ditebang tp g ditanam lg..
Di Indonesia, 15000 pohon ditebangi dalam sebulan . itu berarti 500 pohon ditebang dalam sehari ( dengan asumsi, mereka menebang 24 jam nonstop. Bisa anda bayangkan, misalkan anda berdiri di tengah-tengah hutan yang luas yang penuh dengan pohon. 24 jam kemudian, dalam radius puluhan meter di sekeliling anda sudah tidak ada pohon lagi, alias botak. parah kan??
Padahal, hutan sangat penting bagi kelangsungan hidup kita, beberapa fungsi hutan antara lain(yg saya tau y):
1. Produsen Oksigen.

2. Mencegah erosi.

3. Tempat tinggal satwa.

4. Menyimpan air.
Daripada ngomongin hal yang mungkin sulit untuk kita selesaikan, lebih baik cari solusi alternatif lain aja.

Kalau pekarangan rumah anda masih kosong atau ditumbuhi rumput liar yang tidak ada gunanya, ada baiknya mulai sekarang anda memikirkan tanaman apa yang anda ingin tanam di tempat tsb. Klo menurut saya pribadi sih, lebih baik menanam tanaman yang berbuah, karena lebih banyak manfaatnya. Selain O2 disiang hari, anda juga bisa mendapatkan buahnya. Terlebih lagi jika yang anda tanam buah yang tidak kenal musim seperti jambu, belimbing, pepaya, dll. Namun, jika anda lebih suka dengan tanaman hias, ya monggo..saya kan cuma saran..he2x
Untuk bibit, anda bisa mencangkok pohon milik tetangga, atau, anda juga bisa membelinya di pinggir-pinggir jalan. Anda juga bisa menanam pohon dari bijinya, dengan konsekwensi waktunya yang lebih lama.
Bagi anda yang sudah menanam pohon di pekarangan, mungkin anda bisa menambahkan tanaman-tanaman kecil di bawahnya seperti cabai, tomat, dll.
Tidak perlu pakai pupuk. Organik (tanpa bahan kimia) lebih baik, atau mungkin anda bisa membuat pupuk sendiri (pupuk yang organik tentunya). Cukup menyiram secara teratur, tanaman anda akan tumbuh dengan subur.
Tips: untuk menyiramnya, anda bisa menggunakan air bekas wudu, bilas pakaian, air bekas nyuci beras, dll.

Senin, 27 Juli 2009

Sampah di Indonesia


G nyangka y..di Indonesia dah banyak bgt tempat sampah umum yg bertuliskan “Jangan Buang Sampah Di sini” atau sebagainya..he2x
Sekarang sampah ada di mana-mana, di sungai, di Jalan, di laut, dll. Seperti pada gambar yang anda lihat di atas. Sampah dapat ditemukan di mana-mana, bahkan di tempat ada larangan untuk membuang sampah ditempat tersebut.
Ternyata, membuang sampah sembarangan sudah menjadi kebudayaan bagi masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di kota, n kayaknya orang Indonesia berniat untuk melestarikannya. Tidak banyak orang yang peduli dengan lingkungannya. Tanpa berpikir panjang, mereka melakukan hal tersebut. Padahal, masalah yang akan ditimbulkan bukanlah masalah kecil. Ini adalah beberapa diantaranya:
• Dapat menyebabkan BANJIR
Sampah-sampah yang yang dibuang ke sungai2 atau ke selokan akan menutup dan menghambat aliran air pada sungai atau selokan tersebut. Mungkin pada saat curah hujan di tempat tersebut kecil, hal ini tidak berarti. Namun saat curah hujan besar, hal ini akan menyebabkan banjir.
• Membuat lingkungan menjadi kotor
Sampah-sampah yang ada di sungai, laut, jalan, dan lain sebagainya akan membuat tempat tersebut menjadi kotor dan tidak nyaman di pandang. Bahkan di tempat wisata pun sering kali kita temukan asmpah-asmpah yang berserakan, padahal hal tersebut akan membuat pengunjung merasa tidak nyaman.
• Tempat berkembang biaknya sumber penyakit
Lingkungan yang kotor adalah tempat favorit bagi para virus2 & bakteri2 patogen(memberikan kerugian). Jika tempat kita kotor, maka virus / bakteri tersebut akan tinggal dan berkembang biak dengan cepat di tempat tersebut, dan sebaliknya, jika tempat kita bersih, maka, akan sulit bagi mereka untuk berkembang biak. “So, keep our place clean”. Sok inggris dikit lah.hehe
• Banyak mahluk hidup yang akan mati
Hewan yang masih bayi tidak mengerti apa-apa, termasuk apa yang harus mereka makan. Mereka akan memakan semua yang ada di hadapannya, termasuk plastik (jika ada plastik). Padahal jika plastik itu masuk kedalam tubuhnya dapat dipastikan hewan tersebut akan mati, karena tubuhnya tidak dapat mencerna plastik tersebut.

Beberapa faktor yang membuat orang membuang sampah sembarangan:
• Kurangnya pengetahuan
Tidak banyak dari orang Indonesia yang mengetahui tentang pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan, rasa ketidakpedulianlah yang muncul. Hal ini akan membuat mereka membuang sampah sembarangan tanpa tau bencana apa yang akan terjadi nanti.
• Contoh yang buruk
Membuang sampah sembarangan akan menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak. Mereka akan meniru perbuatan tersebut, hingga akhirnya dewasa dan akan mencontohkannya lagi kepada anak-anak.
Terkadang, beberapa orang enggan membuang sampah sembarangan jika ditempat tersebut tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan.
• Terlalu sedikitnya tempat sampah yang ada.
Jika di semua tempat ada tempat sampah yang satu sama lain berjarak 1m, pasti semua orang akan membuang sampah pada tempatnya.he3x..tp kayaknya g mgkn.
Yah,paling engga’ jumlah tempat sampah yang ada mencukupi dan penempatannya tepat.
• Tidak ada / kurang ketatnya peraturan.