Kalau menurut saya sih postingan ini terlambat, semestinya tulisan ini saya posting saat awal-awal. Tapi y tak apa lah..he2x
It doesnt matter..
ok..saya mulai dengan apa itu navbar blogger, navbar blogger adalah frame kecil punya mas blogger. frame ini berfungsi untuk login ke blogger atau bisa juga sebagai jalan untuk melihat blog lain atau bisa juga untuk menandai/melaporkan blog yang melanggar TOS(Terms of Service) blogger.
cat: (("Sebenarnya sih bukan menghilangkan, tetapi menyembunyikan-tidak memunculkannya di blog anda-"))
yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah hal ini(menghilangkan navbar blogger) diperbolehkan??
jawabannya adalah, tentu saja boleh. jika anda tidak percaya,
Kamis, 24 September 2009
Sabtu, 12 September 2009
Menyulap Kotoran Menjadi Biogas dan Pupuk
Dari: Tempo Interaktif
Selasa, 18 Agustus 2009 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung - Banyak sebab yang membuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjatuhkan pilihan untuk mengembangkan genset dual fuel di Kecamatan Cilengkrang, Bandung. Kecamatan ini tidak asing bagi para peneliti lembaga itu karena di sana Pusat Penelitian Informatika LIPI memasang alat pengukur curah hujan. Di daerah itu juga telah terdapat instalasi pengolah kotoran ternak menjadi biogas, yang dikembangkan oleh Yaya Sudrajat Sumarna, peneliti P2 Telimek LIPI.
Yaya, yang juga penduduk Cilengkrang, menyatakan instalasi pengolah kotoran sapi itu mampu menghasilkan tak kurang dari 4 meter kubik biogas setiap hari. Seharusnya angka itu bisa jauh lebih besar lagi, tapi reaktor untuk digester atau wadah pembusukan kotoran sapi belum lama ini jebol karena tanah longsor.
Lahan sempit di tebing bukit yang berada di bawah kandang sapi itu tak sanggup menyokong tempat penampungan sampah organik berkapasitas 25 ribu meter kubik, dengan berat hampir 5 ton, tersebut. "Kami terpaksa bikin yang kecil dulu," kata perancang alat pengolah sampah organik menjadi biogas itu.
Agar tetap dapat memasok biogas untuk penelitian genset dual fuel, untuk sementara
Selasa, 18 Agustus 2009 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung - Banyak sebab yang membuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjatuhkan pilihan untuk mengembangkan genset dual fuel di Kecamatan Cilengkrang, Bandung. Kecamatan ini tidak asing bagi para peneliti lembaga itu karena di sana Pusat Penelitian Informatika LIPI memasang alat pengukur curah hujan. Di daerah itu juga telah terdapat instalasi pengolah kotoran ternak menjadi biogas, yang dikembangkan oleh Yaya Sudrajat Sumarna, peneliti P2 Telimek LIPI.
Yaya, yang juga penduduk Cilengkrang, menyatakan instalasi pengolah kotoran sapi itu mampu menghasilkan tak kurang dari 4 meter kubik biogas setiap hari. Seharusnya angka itu bisa jauh lebih besar lagi, tapi reaktor untuk digester atau wadah pembusukan kotoran sapi belum lama ini jebol karena tanah longsor.
Lahan sempit di tebing bukit yang berada di bawah kandang sapi itu tak sanggup menyokong tempat penampungan sampah organik berkapasitas 25 ribu meter kubik, dengan berat hampir 5 ton, tersebut. "Kami terpaksa bikin yang kecil dulu," kata perancang alat pengolah sampah organik menjadi biogas itu.
Agar tetap dapat memasok biogas untuk penelitian genset dual fuel, untuk sementara
Rabu, 09 September 2009
Reduksi Global Warming dengan PLTS
Kebutuhan manusia akan energi sudah tidak bisa di pungkiri lagi. Terlebih lagi energi listrik. Di zaman yang serba susah ini, semuanya menggunakan listrik. mulai dari alat-alat elektronik, alat untuk memasak, bahkan sampai kendaraan pun ada yang langsung menggunakan energi listrik.
Namun sayangnya energi tersebut belum menjangkau seluruh daerah di Indonesia. PLN sebagai perusahaan listrik terbesar di Indonesia masih belum bisa memenuhinya.
Tapi ada sebuah alternatif yang menggunakan bahan bakar gratis dan dapat mengurangi laju pemanasan global. walaupun alat ini masih relatif mahal, namun saya yakin alat ini akan sangat berguna suatu saat nanti, dimana sumber daya alam di dunia mulai menipis. ok, langsung aja..oia, artikel ini saya edit dari hasil download sebuah situs. tapi saya lupa nama situsnya(maaf y buat yg punya situs)..he2x
PLTS adalah salah satu pembangkit listrik yang sangat sederhana dan mudah dipasang dirumah, sehingga PLTS merupakan salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik yang sangat ramat lingkungan karena memanfaatkan sinar matahari.
Tapi ada sebuah alternatif yang menggunakan bahan bakar gratis dan dapat mengurangi laju pemanasan global. walaupun alat ini masih relatif mahal, namun saya yakin alat ini akan sangat berguna suatu saat nanti, dimana sumber daya alam di dunia mulai menipis. ok, langsung aja..oia, artikel ini saya edit dari hasil download sebuah situs. tapi saya lupa nama situsnya(maaf y buat yg punya situs)..he2x
PLTS adalah salah satu pembangkit listrik yang sangat sederhana dan mudah dipasang dirumah, sehingga PLTS merupakan salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik yang sangat ramat lingkungan karena memanfaatkan sinar matahari.
Mengingat Indonesia merupakan daerah tropis, maka sangatlah baik jika PLTS mulai kita kembangkan dengan sungguh-sungguh.
TINJAUAN UMUM TENTANG PLTS
A. Sejarah PLTS di Indonesia
Di Indonesia sejarah perkembangan PLTS sudah dimulai sejak 1987 pada awal itu, BPPT dimulai dengan pemasangan 80 unit PLTS (Solar Home System, system pembangkit listrik, tenaga tata surya untuk lampu penerang rumah) di desa sukatani jawa barat.
Setelah itu pada tahun 1991 dilanjutkan dengan proyek bantuan presiden (banpres listrik tenaga surya masuk desa) untuk pemasangan 13445 unit SHS di 15 propinsi.
Program banpres listrik tenaga surya masuk desa juga telah memperoleh sambutan sangat menggembirakan dari masyarakat perdesaan dan telah terbukti dapat berjalan dengan baik akan dijadikan model guna implementasi program listrik tenaga surya untuk sejuta rumah.
Langganan:
Postingan (Atom)