Menumbuhkan jamur dari sisa produksi etanol bisa menghemat energi, mendaur lebih banyak air dan meningkatkan pakan ternak yang merupakan bagian dari produksi bahan bakar, menurut tim peneliti dari Universitas Iowa State dan Universitas Hawaii.
“Proses ini akan mengubah produksi etanol pada tumbuhan yang sangat kering sehingga biaya energinya bisa dikurangi hingga sepertiganya”, kata Hans van Leeuwen, seorang profesor sipil, teknik konstruksi dan lingkungan dan pemimpin proyek penelitian tersebut.
Van Leeuwen dan peneliti lainya mengembangkan teknologi ini -- Anthony L. Pometto III , seorang profesor nutrisi manusia dan sains makanan; Mary Rasmussen, seorang mahasiswa S1 teknik lingkungan dan teknologi sumber energi biologi, dan Samir Khanal, seorang asisten riset profesor Iowa State di bidang biosains molekular dan tenik biologi di Universitas Hawai, yang baru-baru ini memenangkan hadiah utama tahun 2008 untuk peneliti tingkat universitas dari American Academy of Environmental Engineers untuk proyek ini.
“ Pemilihan pemenang penghargaan ini dipilih oleh panel independen yang terdiri dari para ahli yang memiliki pengetahuan luas tentang tantangan modern dalam masalah kehidupan manusia dan proteksi lingkungan,” demikian pernyataan akademi.”… Inovasi dan performa mereka menggambarkan peran penting insinyur lingkungan untuk planet yang sehat.
Proyek Iowa State difokuskan pada penggunaan jamur untuk membersihkan dan mengembangkan proses produksi etanol kering. Proses ini mengeringkan biji jagung dan menambah air dan enzim. Enzim ini mengubah tepung menjadi gula. Gula kemudian difermentasi dengan ragi menghasilkan etanol.
Bahan bakar diambil dengan distilasi, tapi ada sisa 6 galon per galon yangg diproduksi. Sisa itu terdiri dari
Sabtu, 10 Oktober 2009
Kamis, 24 September 2009
Menghilangkan Navbar Blogger
Kalau menurut saya sih postingan ini terlambat, semestinya tulisan ini saya posting saat awal-awal. Tapi y tak apa lah..he2x
It doesnt matter..
ok..saya mulai dengan apa itu navbar blogger, navbar blogger adalah frame kecil punya mas blogger. frame ini berfungsi untuk login ke blogger atau bisa juga sebagai jalan untuk melihat blog lain atau bisa juga untuk menandai/melaporkan blog yang melanggar TOS(Terms of Service) blogger.
cat: (("Sebenarnya sih bukan menghilangkan, tetapi menyembunyikan-tidak memunculkannya di blog anda-"))
yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah hal ini(menghilangkan navbar blogger) diperbolehkan??
jawabannya adalah, tentu saja boleh. jika anda tidak percaya,
It doesnt matter..
ok..saya mulai dengan apa itu navbar blogger, navbar blogger adalah frame kecil punya mas blogger. frame ini berfungsi untuk login ke blogger atau bisa juga sebagai jalan untuk melihat blog lain atau bisa juga untuk menandai/melaporkan blog yang melanggar TOS(Terms of Service) blogger.
cat: (("Sebenarnya sih bukan menghilangkan, tetapi menyembunyikan-tidak memunculkannya di blog anda-"))
yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah hal ini(menghilangkan navbar blogger) diperbolehkan??
jawabannya adalah, tentu saja boleh. jika anda tidak percaya,
Sabtu, 12 September 2009
Menyulap Kotoran Menjadi Biogas dan Pupuk
Dari: Tempo Interaktif
Selasa, 18 Agustus 2009 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung - Banyak sebab yang membuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjatuhkan pilihan untuk mengembangkan genset dual fuel di Kecamatan Cilengkrang, Bandung. Kecamatan ini tidak asing bagi para peneliti lembaga itu karena di sana Pusat Penelitian Informatika LIPI memasang alat pengukur curah hujan. Di daerah itu juga telah terdapat instalasi pengolah kotoran ternak menjadi biogas, yang dikembangkan oleh Yaya Sudrajat Sumarna, peneliti P2 Telimek LIPI.
Yaya, yang juga penduduk Cilengkrang, menyatakan instalasi pengolah kotoran sapi itu mampu menghasilkan tak kurang dari 4 meter kubik biogas setiap hari. Seharusnya angka itu bisa jauh lebih besar lagi, tapi reaktor untuk digester atau wadah pembusukan kotoran sapi belum lama ini jebol karena tanah longsor.
Lahan sempit di tebing bukit yang berada di bawah kandang sapi itu tak sanggup menyokong tempat penampungan sampah organik berkapasitas 25 ribu meter kubik, dengan berat hampir 5 ton, tersebut. "Kami terpaksa bikin yang kecil dulu," kata perancang alat pengolah sampah organik menjadi biogas itu.
Agar tetap dapat memasok biogas untuk penelitian genset dual fuel, untuk sementara
Selasa, 18 Agustus 2009 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung - Banyak sebab yang membuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjatuhkan pilihan untuk mengembangkan genset dual fuel di Kecamatan Cilengkrang, Bandung. Kecamatan ini tidak asing bagi para peneliti lembaga itu karena di sana Pusat Penelitian Informatika LIPI memasang alat pengukur curah hujan. Di daerah itu juga telah terdapat instalasi pengolah kotoran ternak menjadi biogas, yang dikembangkan oleh Yaya Sudrajat Sumarna, peneliti P2 Telimek LIPI.
Yaya, yang juga penduduk Cilengkrang, menyatakan instalasi pengolah kotoran sapi itu mampu menghasilkan tak kurang dari 4 meter kubik biogas setiap hari. Seharusnya angka itu bisa jauh lebih besar lagi, tapi reaktor untuk digester atau wadah pembusukan kotoran sapi belum lama ini jebol karena tanah longsor.
Lahan sempit di tebing bukit yang berada di bawah kandang sapi itu tak sanggup menyokong tempat penampungan sampah organik berkapasitas 25 ribu meter kubik, dengan berat hampir 5 ton, tersebut. "Kami terpaksa bikin yang kecil dulu," kata perancang alat pengolah sampah organik menjadi biogas itu.
Agar tetap dapat memasok biogas untuk penelitian genset dual fuel, untuk sementara
Langganan:
Postingan (Atom)